Your Ad Here



www.Bigoo.ws www.Bigoo.ws www.Bigoo.ws www.Bigoo.ws www.Bigoo.ws www.Bigoo.ws www.Bigoo.ws www.Bigoo.ws www.Bigoo.ws


"#::Beruntunglah orang yang bercinta dengan Allah kerana mendapat perhatian, cinta dan kasih sayangNya. Istimewanya orang yang bercinta dengan Allah mendapat balasan cintaNya kerana seluruh isi langit dan bumi akan turut mencintainya. Kecintaan Allah berakhir dengan bahagia dan tenang tika di dunia lagi. Di akhirat, dijaminkan pula kebahagiaan yang abadi ::#""



(",)REDHAWAFA (,")

;;CuMeLnYa;;

blog


Name :
Web URL :
Message :
:) :( :D :p :(( :)) :x



Radio Ikim
<a href='http://cybermedia.mmu.edu.my/ext/ikimfm.asx'>Play Radio IKIM.fm</a>

MISG.fm (Nasyid)
<a href='http://radio.misgonline.com:81/misg.asx'>Play Radio IKIM.fm</a>
   

<< January 2012 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
01 02 03 04 05 06 07
08 09 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30 31


If you want to be updated on this weblog Enter your email here:



rss feed



Friday, January 13, 2012
Neraca dalam kehidupan


Bismillahirahmanirahim...

Dalam pegangan hidup manusia, hendaklah diambil neraca dan nilai syara' dan tidak seharusnya diambil nilai-nilai yang lain. Kebaikan dan keburukan hendaklah diperhatikan menurut pandangan syara' berdasarkan kepada kaedah:

الحسن ما حسَنه الشرع  والقبيح ما قبَحه الشرع

Yang Baik Ialah Apa Yang Dipandang Baik Oleh Syara' dan Yang Buruk Ialah Apa Yang Dipandang Buruk Oleh Syara'

Terdapat banyak perintah Allah yang memerintahkan kita agar mengambil nilai syara' dan melarang dari mengambil nilai yang lain daripada nilai syara'. Antaranya Firman Allah Subhanahuwatala'ala:   

Kemudian kami jadikan kamu berada di atas suatu syari'at (peraturan) dari urusan (agama itu), maka ikutilah syari'at itu dan janganlah kamu ikuti hawa nafsu orang-orang yang tidak mengetahui

 (Surah Al-Jaatsiyah: 18)

Ikutilah apa yang diturunkan kepadamu dari Rabbmu dan janganlah kamu mengikuti pemimpin-pemimpin selain-Nya, amat sedikitlah kamu mengambil pelajaran (daripadanya).

 (Surah Al A'raaf : 3)

Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang mengaku dirinya telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu dan kepada apa yang diturunkan sebelum kamu?. Mereka hendak berhakim kepada thaghut, padahal mereka telah diperintahkan mengingkari thaghut itu. Dan syaitan bermaksud menyesatkan mereka (dengan) penyesatan yang  sejauh-jauhnya.

(Surah An Nisaa' : 60)

Terdapat keterangan yang memberi peringatan bahawa memilih dan berpaut kepada yang lain daripada nilai Islam merupakan,  kesesatan dan menyimpang dari jalan Allah Subhanahuwatala'ala. Firman-firman Allah Subhanahuwatala'ala:

Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah)

(Surah Al An'aam: 116)

 

Dan tidaklah patut bagi lelaki yang mukmin dan tidak pula bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan RasulNya telah menetapkan suatu ketetapan, akan  ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barangsiapa  mendurhakai Allah dan RasulNya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata.

(Surah Al Ahzab: 36)

 Bersambung..

Rujukan:Kertas Kerja Sahabat:Nilai Hidup Menurut Islam

Posted at 03:59 pm by ilhami_redha
Make a comment  

Sunday, January 01, 2012
Nilai Allah swt 1

Nilai yang tetap

Nilai Islam adalah nilai yang tetap dan tidak berubah-ubah meskipun zaman beredar dan berubah. Dalam hal ini al Allamah Abu al'Ala al Maududi telah menyatakan daalam risalahnya, Ila Ayy Syai'Yad'u al Islam, bahawa Allah Subhanahuwatala'ala tidak semata-mata menurunkan undang-undang tertinggi (Supreme Law) melalui Rasul-Nya, bahkan diturunkan bersama-samanya nilai yang tetap (thabitah atau  permanent values). Sesuatu yang telah ditetapkan baik di dalam al-Quran dan Sunnah Rasul itu adalah baik selama-lamanya.

Demikian juga sebaliknya, sesuatu yang ditetapkan buruk itu, maka ia tetap buruk selama-lamanya. Begitu juga yang halal tetap halal dan yang haram tetap haram. Ketetapan tersebut tidak boleh dipinda, ditambah, dikurangkan atau dihapuskan. Hanya yang berani membuat pindaan dan pembatalan itu ialah golongan atau jamaah yang melepas dan membebaskan diri daripada Islam.

Hal yang sama juga telah dihuraikan dengan panjang lebar oleh As-Syahid Sayyid Qutb dalam kitabnya yang sangat bernilai, Khasais at Tasawwur al Islami Wa Muqawamatuha, dalam satu tajuk, Ath-Thabat (Nilai Yang Tetap). Perlu diperingatkan sekiranya ketetapan Allah Subhanahuwatala'ala itu tidak dipatuhi maka akan berlakulah kerosakan demi kerosakan di alam ini.  

Firman Allah Subhanahuwatala'ala  :

Andaikata kebenaran itu menurut hawa nafsu mereka, pasti binasalah langit dan bumi ini, dan semua yang ada di dalamnya. Sebenarnya Kami telah mendatangkan kepada mereka kebanggaan (Al Quran) mereka tetapi mereka berpaling dari kebanggaan itu

(Surah Al Mu'minuun: 71)

 Bersambung..

Posted at 02:45 pm by ilhami_redha
Make a comment  

Next Page